Ternyata Bukan Karena SEO: 3 Alasan Artikel Saya Tidak Pernah Masuk Google Discover | Spuluh

Saya sempat mengira artikel saya tidak pernah masuk Google Discover karena SEO saya kurang bagus. Keyword sudah riset, struktur rapi, skor SEO hijau. Tapi hasilnya tetap nihil.

Sampai akhirnya saya sadar, masalahnya bukan di SEO. Ada hal lain yang selama ini saya abaikan — dan kemungkinan besar, ini juga yang membuat banyak artikel blogger lain tidak pernah direkomendasikan Discover. Hal ini berkaitan erat dengan memahami prinsip dasar bagaimana Google Discover merekomendasikan konten, yang lebih berfokus pada pengalaman pengguna daripada sekadar faktor teknis.



Saya Terlalu Fokus ke SEO, Bukan ke Pembaca

Saya dulu percaya kalau artikel tidak masuk Google Discover karena SEO saya kurang bagus. Padahal, semua indikator SEO terlihat “benar”. Keyword ada, heading rapi, skor hijau. Tapi satu hal saya lupakan: apakah artikel ini benar-benar enak dibaca manusia? Ini adalah inti dari SEO White Hat yang berkelanjutan, di mana pengalaman pengguna adalah prioritas utama.

Judul Saya Informatif, Tapi Tidak Mengundang Rasa Ingin Tahu

Judul saya menjelaskan isi, tapi tidak mengajak orang berhenti scroll. Tidak ada emosi, tidak ada konflik, dan tidak ada rasa “ini gue banget”. Baru setelah saya mengubah sudut pandang judul, saya paham kenapa Discover bekerja berbeda. Memahami hal ini juga membantu mencegah penurunan ranking akibat konten yang tidak menarik.

Saya Menganggap Gambar Hanya Pelengkap

Saya pikir gambar hanya formalitas. Ternyata, gambar adalah “pintu masuk” Discover. Tanpa visual yang kuat dan emosional, artikel saya seperti tak terlihat, meskipun isinya bagus. Riset dari Backlinko menegaskan bahwa gambar dengan rasio aspek dan kualitas yang tepat secara signifikan meningkatkan peluang untuk tampil di Discover.

🏆 Checklist Cepat: Sudah Siap untuk Discover?

Jawab ya/tidak untuk cek kesiapan Anda:

  • ❓ Apakah judul Anda memicu rasa ingin tahu atau hanya informatif?
  • ❓ Apakah gambar utama Anda membuat orang berhenti scroll di feed?
  • ❓ Apakah konten Anda ditulis untuk manusia atau untuk mesin?

Jika ada jawaban "tidak", Anda sudah tahu akar masalahnya. Untuk solusi dan implementasi teknis yang detail, pelajari langkah-langkah praktisnya di panduan saya: 5 Cara Tembus Google Discover 2025 dengan Blogspot (Proof Screenshot).

💬 Diskusi: Pembelajaran Paling Berharga

Dari ketiga poin di atas—terlalu fokus pada SEO, judul yang datar, dan mengabaikan gambar—mana yang menurut Anda paling sering dialami atau diabaikan oleh kebanyakan blogger? Bagikan pengalaman atau pendapat Anda di kolom komentar di bawah. Saya akan membaca dan membalas setiap komentar!

Update: Artikel ini adalah bagian pertama dari rangkaian catatan belajar saya tentang Google Discover. Ikuti terus perkembangannya.